Kendari, Beritautamasultra.com – Mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar otomotif di tanah Sulawesi, PT Toyota-Astra Motor (TAM) bersama Kalla Toyota resmi melepas kontingen ekspedisi bertajuk “Veloz Hybrid Lintas Nusa 2.0 Jelajah Sulawesi”. Acara pelepasan yang berlangsung meriah ini digelar di pelataran Masjid Al-Alam Kendari, pada Minggu, 7 Juni 2026.
Program strategis ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan Lintas Nusa generasi pertama yang sebelumnya telah sukses menjelajahi rute lintas Nusa Tenggara, Bali, Jawa, hingga Sumatra. Melalui ekspedisi kali ini, New Veloz Hybrid EV akan diuji ketangguhannya menyusuri daratan Sulawesi, sekaligus menjadi sarana edukasi langsung mengenai teknologi elektrifikasi ramah lingkungan kepada masyarakat luas.
Public Relations & Motorsport Manager PT Toyota-Astra Motor, Philardi Ogi, menjelaskan bahwa pemilihan Pulau Sulawesi sebagai destinasi utama didasari oleh kekayaan potensi daerahnya yang luar biasa. Selama perjalanan yang diproyeksikan berlangsung sekitar 45 hari hingga pertengahan Juli mendatang, tim kontingen bersama jurnalis lokal akan memproduksi konten kreatif guna mengeksplorasi pariwisata, kebudayaan, alam, hingga kuliner di setiap provinsi.
“Kami ingin mengeksplorasi dan mensosialisasikan keunikan ragam budaya serta destinasi wisata Sulawesi kepada seluruh masyarakat Indonesia. Di saat yang sama, momentum ini menjadi ajang penting bagi kami untuk memperkenalkan New Veloz Hybrid secara lebih dekat,” ujar Philardi Ogi saat ditemui di lokasi pelepasan.
Ia menambahkan, New Veloz Hybrid tipe Q yang digunakan dalam perjalanan ini sepenuhnya dirancang, dikembangkan (Research & Development), hingga diproduksi oleh para insinyur Indonesia untuk kebutuhan keluarga Indonesia. Karakteristik mobil yang tangguh, kabin luas, serta performa self-charging (otomatis mengisi daya tanpa perlu dicolok listrik) dinilai sangat adaptif terhadap kontur jalanan menantang di Sulawesi, mulai dari tanjakan ekstrem hingga rute semi-terbuka.
Kontingen dijadwalkan menempuh rute panjang dari Kota Kendari, menuju Palopo, Tanjung Bira, Makassar, Tana Toraja, Donggala, Palu, Luwuk, Toli-Toli, Gorontalo, dan akan berakhir di ujung utara Sulawesi, yakni Kota Manado.
Dalam kesempatan yang sama, Marketing GM Kalla Toyota, Suliadin, menegaskan bahwa perjalanan panjang ini sekaligus menjadi pembuktian nyata atas eksistensi dan keandalan teknologi hybrid Toyota di pasar domestik. Ia memaparkan performa bisnis Toyota yang mencatatkan pertumbuhan sangat impresif sepanjang periode Januari hingga Mei 2026.
Di tingkat regional Kalla Toyota (mencakup 4 provinsi), market share Toyota sukses bertengger di angka 36%, mengukuhkan posisi Toyota sebagai merek nomor satu. Sementara itu, pencapaian di Provinsi Sulawesi Tenggara jauh lebih gemilang.
“Di Sulawesi Tenggara, market share Toyota bahkan mencapai 38%. Angka ini tumbuh sebesar 3,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di tengah gempuran brand-brand baru yang masuk ke pasar secara agresif, Toyota terbukti tetap kokoh menjadi pilihan utama masyarakat Bumi Anoa,” ungkap Suliadin penuh optimisme.
Lebih lanjut, Suliadin merincikan bahwa total penjualan Kalla Toyota pada periode Januari-Mei 2026 telah menembus angka 8.600 unit secara keseluruhan, atau meningkat 6% secara tahunan (year-on-year). Khusus untuk wilayah Sulawesi Tenggara, volume jualan mencatatkan angka 1.600 unit, atau tumbuh melesat sebesar 17% dibanding tahun lalu. Keberhasilan ini tidak lepas dari performa lini produk andalan seperti Toyota Calya, Rush, dan segmen double cabin yang memberikan kontribusi hingga 50% dari total penjualan di Sulawesi Tenggara.
Sejak diperkenalkan pada akhir tahun lalu dan resmi diluncurkan secara komersial pada Februari 2026, animo masyarakat terhadap New Veloz Hybrid EV terus meroket. Hingga saat ini, penjualannya di wilayah Kalla Toyota telah menembus 600 unit, dengan kontribusi wilayah Sulawesi Tenggara mencapai sekitar 100 unit.
“Masyarakat kini mulai shifting (beralih) ke kendaraan ramah lingkungan yang efisien di tengah dinamika harga bahan bakar. Veloz Hybrid hadir sebagai solusi cerdas berkat sistem self-charging-nya yang otomatis mengisi daya baterai saat deselerasi atau pengereman,” pungkas Suliadin.
Penulis: Artha Kusuma












