Kendari, Berita Utama – Suasana Pelabuhan Nusantara Kendari pada Kamis pagi (12/03/2026) tampak berbeda dari biasanya. Ratusan warga dengan senyum sumringah memadati area dermaga, menjinjing kardus dan koper, siap untuk pulang ke kampung halaman lebih awal. Hari ini menandai dimulainya kolaborasi besar pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan Mudik Lebaran 2026 yang aman dan nyaman.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Husni Mubarak, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur dan koordinasi lintas sektor telah dilakukan jauh-jauh hari. Bukan sekadar rutinitas, program mudik gratis tahun ini mengusung misi besar untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya.
“Tujuannya ada tiga: mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, menekan potensi kecelakaan terutama roda dua yang menyumbang hampir 70% angka kecelakaan dan yang paling penting, meringankan beban ekonomi masyarakat di masa Lebaran ini,” ujar Husni Mubarak. Kamis (12/3/2026)
Ia menambahkan bahwa sinergi antara Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, serta pemerintah daerah menjadi kunci agar perjalanan masyarakat Sulawesi Tenggara tahun ini berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Antusiasme warga terlihat jelas saat keberangkatan perdana hari ini. Setidaknya 400 penumpang telah diberangkatkan menggunakan armada laut. Namun, bagi masyarakat yang belum sempat, jangan berkecil hati. Masih ada kuota besar yang tersedia untuk rute-rute favorit di Sultra.
Rahman, selaku KSOP Sultra, merincikan ketersediaan tiket gratis yang disiapkan untuk melayani masyarakat Rute Kendari – Raha tersedia sebanyak 2.000 tiket sedangkan untuk Rute Kendari – Baubau tersedia sebanyak 1.200 tiket.
“Untuk program tiket gratis ini, kami menyiagakan kapal Ekspres Bahari 7E. Kapasitas kami batasi maksimal 400 orang per hari untuk menjaga kenyamanan penumpang,” jelas Rahman.
Program ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memastikan tradisi mudik yang menjadi napas budaya masyarakat Indonesia dapat tetap terlaksana dengan penuh kehangatan, tanpa harus terbebani biaya transportasi yang melonjak.
Penulis: Artha Kusuma












