Kendari, Beritautamasultra.com – Wajah peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Sulawesi Tenggara dipastikan tampil beda tahun ini. Bukan sekadar aksi turun ke jalan, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Sultra tengah mematangkan konsep perayaan yang menggabungkan semangat perjuangan hak dengan aksi sosial nyata dan harmonisasi lintas sektor.
Dalam rapat koordinasi yang digelar Rabu (18/3), KSBSI Sultra resmi mengumumkan rangkaian kegiatan “May Day Meriah” yang akan dipusatkan di Pelataran Eks MTQ Kendari pada 1 Mei 2026 mendatang.
Ketua DPW KSBSI Sultra, Agus Alvian, menegaskan bahwa esensi May Day kali ini adalah memperkuat hubungan industrial yang sehat melalui kolaborasi Tripartit. Tidak bergerak sendiri, KSBSI menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
“Kami akan berkolaborasi bersama pemerintah dan pengusaha dalam menciptakan harmonisasi hubungan industrial yang sehat. Ini adalah bentuk nyata dari sinergi LSK Tripartit di Sulawesi Tenggara,” ujar Agus Alvian.
Guna memastikan manfaatnya terasa langsung oleh para pekerja dan masyarakat luas, Dewan Pengurus Cabang (DPC) KSBSI Kota Kendari selaku koordinator lapangan telah menyiapkan tujuh agenda unggulan:
• Panggung Aspirasi Buruh: Ruang terbuka bagi pekerja untuk menyuarakan hak dan harapan secara bermartabat.
• Advokasi Nyata: Konsultasi Hukum Gratis bagi buruh yang membutuhkan pendampingan atau sekadar ingin memahami hak-hak normatif mereka.
• Aksi Sosial & Kesehatan: Cek kesehatan gratis, donor darah, dan pasar murah untuk meringankan beban ekonomi keluarga pekerja.
• Solidaritas Olahraga: Liga mini soccer pekerja dan jalan sehat guna memupuk kekompakan antar serikat.
• Dialog Interaktif: Diskusi konstruktif antara buruh, pengusaha, dan pemerintah terkait regulasi ketenagakerjaan terkini.
Mempererat Solidaritas Pekerja Sultra
Agus Alvian berharap momentum ini menjadi ajang konsolidasi bagi seluruh pekerja di Bumi Anoa.
“Kami ingin May Day menjadi wadah silaturahmi agar para pekerja se-Sulawesi Tenggara menjadi lebih solid, kuat, dan memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam memperjuangkan kesejahteraan,” tambahnya.
Dengan konsep yang lebih inklusif ini, KSBSI Sultra optimis dapat mengubah paradigma May Day menjadi momen yang produktif, edukatif, namun tetap sarat dengan pesan perjuangan buruh yang tegas.
Penulis: Artha Kusuma











