Konawe Selatan, Beritautamasultra.com – Dunia pendidikan di Sulawesi Tenggara kembali diguncang isu tak sedap. Ikatan Pemuda Mahasiswa (IPMA) Konawe Selatan (Konsel) secara resmi menyatakan sikap tegas terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa.
Ironisnya, dugaan tindakan asusila tersebut dikabarkan terjadi di dalam area masjid kampus sebuah tempat yang seharusnya menjadi simbol kesucian dan moralitas.
Ketua Umum IPMA Konsel menyampaikan kecaman keras atas peristiwa tersebut. Menurutnya, tindakan ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan hantaman keras terhadap nilai-nilai etika di institusi pendidikan berbasis keagamaan.
“Kami mengutuk keras segala bentuk kekerasan seksual, apalagi terjadi di lingkungan pendidikan dan rumah ibadah. Ini mencederai marwah institusi,” tegas Ketua Umum IPMA Konsel dalam keterangan resminya, Kamis (16/04/2026).
IPMA Konsel menyatakan dukungan penuh kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk membongkar kasus ini hingga ke akar-akarnya. Mereka menekankan agar proses hukum berjalan transparan dan tidak terkooptasi oleh kepentingan pihak tertentu.
Tak hanya soal hukum, IPMA Konsel juga menaruh perhatian besar pada nasib korban. Mereka mendesak agar pihak kampus dan yayasan tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah nyata dengan memastikan korban tetap mendapatkan hak pendampingan hukum dan keberlanjutan studi, dan meminta pihak IAI Rawa Aopa bertanggung jawab secara moral dan institusional serta membantu proses penyelidikan.
Menutup pernyataannya, IPMA Konsel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal kasus ini. Mereka menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan proses hukum hingga ada keputusan tetap yang adil bagi korban.
“Ini bukan hanya soal individu, tapi soal menjaga marwah dunia pendidikan kita. Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas!” pungkasnya.
Penulis: Artha Kusuma











