KENDARI, BERITAUTAMASULTRA.COM – Gelombang tuntutan penuntasan kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Cirauci II di Kabupaten Buton Utara (Butur) kembali memanas. DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia menggelar aksi unjuk rasa “Jilid II” di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (27/4/2026).
Dalam aksinya, massa secara lantang mendesak pihak kejaksaan untuk segera memanggil dan memeriksa Bupati Bombana, Burhanuddin, yang saat proyek tersebut berjalan menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum.
Koordinator lapangan dalam orasinya menegaskan bahwa kehadiran mereka kembali ke gedung Adhyaksa merupakan bentuk pengawalan ketat terhadap kasus yang diduga merugikan negara miliaran rupiah tersebut. Mereka menilai, pemeriksaan terhadap Burhanuddin sangat krusial mengingat kedudukannya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) saat itu.
“Kami tidak akan diam. Kasus Jembatan Cirauci II ini harus terang benderang. Kami mendesak Kejati Sultra jangan tebang pilih dan segera menetapkan tersangka baru, termasuk memeriksa keterlibatan mantan Kadis Bina Marga yang kini menjabat Bupati Bombana,” teriak salah satu orator di tengah massa aksi.
Proyek pembangunan Jembatan Cirauci II di Buton Utara menjadi sorotan tajam setelah ditemukan adanya indikasi ketidaksesuaian spesifikasi dan keterlambatan pekerjaan yang diduga kuat merugikan keuangan daerah. Meski beberapa pihak telah dimintai keterangan sebelumnya, massa menilai aktor intelektual di balik kebijakan anggaran proyek tersebut belum tersentuh hukum secara maksimal.
Aksi yang berlangsung pada Senin siang tersebut sempat membuat arus lalu lintas di sekitar area Kejati Sultra tersendat. Massa mengancam akan terus melakukan aksi berjilid-jilid hingga pihak Kejati memberikan kepastian hukum dan transparansi mengenai status hukum Burhanuddin.
Penulis: Artha Kusuma












