Kendari, Berita Utama – SMAN 7 Kendari sukses mencatatkan prestasi sebagai salah satu sekolah dengan progres pembangunan tercepat di Sulawesi Tenggara (Sultra). Keberhasilan dalam merampungkan program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI membawa sekolah ini menjadi lokasi peresmian sekaligus percontohan bagi satuan pendidikan lainnya di Bumi Anoa.
Kepala SMAN 7 Kendari, La Ode Muhammad Sauf, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari pengelolaan yang transparan melalui sistem swakelola dan dukungan penuh dari komunitas sekolah.
Program revitalisasi yang menggunakan dana APBN Tahun Anggaran 2025 senilai lebih dari Rp2 miliar ini mencakup perbaikan menyeluruh pada infrastruktur sekolah. Fasilitas yang direnovasi meliputi: 11 Ruang Kelas guna menunjang kenyamanan belajar-mengajar, Laboratorium IPA dan Perpustakaan sebagai pusat literasi dan riset. Serta Ruang OSIS dan Fasilitas Sanitasi (Toilet) yang memenuhi standar kesehatan.
Sauf menegaskan bahwa seluruh proses pengerjaan yang berlangsung sejak 21 Agustus hingga 31 Desember 2025 dilakukan secara mandiri dengan memberdayakan masyarakat sekitar. Hal ini dilakukan guna memastikan kualitas konstruksi terjaga sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi warga lokal.
“Kami mengelola dana ini secara bertanggung jawab. Sistem transfer langsung dari pusat ke sekolah memastikan tidak ada ruang bagi praktik pungutan atau upeti. Laporan kami ‘nol rupiah’ dalam hal sisa yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, semuanya kembali ke fasilitas siswa,” ujar Sauf dalam sesi wawancara.

Tidak hanya unggul dalam fisik bangunan, SMAN 7 Kendari juga menjadi pionir dalam implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH). Program ini merupakan visi menteri untuk mencetak generasi yang disiplin, sehat, dan religius.
Adapun tujuh aspek yang kini menjadi budaya di SMAN 7 Kendari meliputi, Bangun pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan sehat, Gemar belajar, Bermasyarakat, dan Tidur tepat waktu.
“Karena sekolah ini menjadi model percontohan, kami berkomitmen bahwa transformasi tidak boleh berhenti pada gedung saja, tapi harus menyentuh karakter siswa. Pak Menteri sangat mengapresiasi kecepatan kami dan penerapan karakter ini,” tambah Sauf.
Terkait kabar burung mengenai adanya potongan anggaran atau upeti sebesar 4 persen dalam proyek ini, pihak sekolah dengan tegas memberikan klarifikasi. Sauf menjamin bahwa integritas adalah prioritas utama, mengingat SMAN 7 Kendari berada di bawah pengawasan langsung Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
Dengan selesainya proyek ini, SMAN 7 Kendari kini siap menyambut tahun ajaran dengan wajah baru yang lebih modern dan kurikulum karakter yang lebih kuat.
Penulis: Artha Kusuma











