• Tentang Kami
  • Manajemen dan Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak
Senin, 1 Desember, 2025
  • Login
Berita Utama Sultra
  • Home
  • News
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Kendari
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Opini
  • Ragam
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Kendari
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Opini
  • Ragam
No Result
View All Result
Berita Utama Sultra
No Result
View All Result
Home Opini

Paradoks Investasi Dan Kemiskinan di Sulawesi Tenggara: Ketika Pertumbuhan Tak Menetes Ke Bawah

Redaksi by Redaksi
November 27, 2025
in Opini
Paradoks Investasi Dan Kemiskinan di Sulawesi Tenggara: Ketika Pertumbuhan Tak Menetes Ke Bawah

Dr. La Ode Baladin Peneliti Ekonomi Wilayah

Oleh : Dr. La Ode Baladin = Peneliti Ekonomi Wilayah

Dalam lebih dari satu dekade terakhir, Sulawesi Tenggara menjelma menjadi salah satu magnet investasi nasional, khususnya di sektor pertambangan dan pengolahan mineral. Nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp7,73 triliun pada tahun 2023, dan Penanaman Modal Asing (PMA) sempat menembus USD 1,6 juta pada 2021. Kawasan industri seperti Morosi, Routa, dan Pomalaa berkembang pesat sebagai pusat-pusat ekonomi baru.

Namun, di balik kemajuan itu, ada realitas yang tidak seindah grafik pertumbuhan. Angka kemiskinan justru stagnan. Jumlah penduduk miskin hanya turun dari 434 ribu jiwa (2009) menjadi 321 ribu jiwa (2023). Dalam lima tahun terakhir, tren penurunan bahkan melambat dan sesekali naik. Ini menimbulkan pertanyaan besar: Mengapa pertumbuhan ekonomi tidak sejalan dengan pengurangan kemiskinan?

Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Efek Menetes ke Bawah

Penelitian yang saya lakukan dengan pendekatan Structural Equation Modeling – Partial Least Squares (SEM-PLS) atas data tahun 2009–2023 menunjukkan adanya paradoks struktural. Investasi dan pertumbuhan ekonomi memang meningkat, tetapi tidak menunjukkan pengaruh langsung maupun tidak langsung yang signifikan terhadap pengurangan kemiskinan.
Secara statistik, PMDN menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi dengan nilai effect size sebesar 3,472 terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). PMA juga berkontribusi, meskipun masih di bawah PMDN. Sementara itu, Dana Bagi Hasil (DBH), yang seharusnya berfungsi sebagai instrumen redistribusi fiskal, tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan, apalagi terhadap kemiskinan.
Di permukaan, data PDRB terlihat impresif. Namun jika ditelaah lebih dalam, pertumbuhan ini bersifat sektoral, padat modal, dan terlokalisasi—terkonsentrasi di kawasan industri seperti Morosi (Konawe). Daerah-daerah pesisir, kepulauan kecil, dan pedesaan tetap tertinggal. Hal ini menunjukkan bahwa trickle-down effect—asumsi bahwa pertumbuhan ekonomi akan otomatis menetes ke bawah—gagal terwujud di Sulawesi Tenggara.

Investasi Besar, Manfaat Terbatas

Masalah utama terletak pada struktur sektoral investasi yang bias pada industri padat modal seperti pertambangan dan pengolahan nikel. Proyek-proyek tersebut menyumbang besar terhadap pertumbuhan, tetapi tidak menyerap banyak tenaga kerja lokal, apalagi tenaga kerja dari kelompok miskin dan berpendidikan rendah. Akibatnya, multiplier effect terhadap ekonomi rakyat sangat terbatas.
Sektor produktif rakyat—seperti pertanian, perikanan, dan UMKM—belum mendapatkan porsi dukungan kebijakan yang proporsional. DBH pun lebih banyak digunakan untuk belanja rutin atau proyek infrastruktur yang tidak berdampak langsung pada pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan demikian, ketimpangan spasial dan sosial makin melebar.

Ketimpangan di Tengah Maraknya Tambang

Salah satu dinamika paling mencolok adalah ekspansi besar-besaran industri tambang di wilayah daratan dan pulau-pulau kecil. Kawasan seperti Morosi (Konawe), Pomalaa (Kolaka), dan Lasolo-Routa (Konawe Utara) menjadi pusat eksploitasi nikel, sebagian besar dikuasai oleh PMA asal Tiongkok.
Namun, ledakan investasi ini tidak datang tanpa konsekuensi. Di berbagai lokasi, masyarakat menghadapi konflik agraria, pencemaran lingkungan, serta perampasan ruang hidup. Di Pulau Wawonii dan Pulau Labengki, misalnya, masyarakat lokal menolak keras kehadiran tambang karena mengancam kelangsungan hidup berbasis laut dan pertanian. Resistensi ini menjadi tanda bahwa investasi yang tidak berpijak pada keadilan ekologis dan sosial justru menimbulkan ketegangan struktural.

Kebijakan Perlu Dirombak: Menuju Pertumbuhan yang Berkeadilan

Dari hasil penelitian dan dinamika lapangan tersebut, sejumlah rekomendasi strategis patut dipertimbangkan oleh pembuat kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah:

  1. Reorientasi Investasi ke Sektor Padat Karya dan Pro-Rakyat
    Fokus pada pertanian, perikanan, dan industri kecil-menengah yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dan memperkuat ekonomi desa.
  2. Penguatan Fungsi Redistribusi Dana Bagi Hasil (DBH)
    Gunakan DBH secara strategis untuk mendanai program berbasis komunitas, pembangunan ekonomi desa, dan penguatan kapasitas lokal, bukan hanya untuk belanja rutin dan proyek fisik.
  3. Integrasi Perencanaan Sosial dan Ekonomi
    Sinkronisasi program antar-dinas seperti Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Penanaman Modal, dan Dinas UMKM, agar arah pembangunan menjadi satu kesatuan yang menyasar kesejahteraan rakyat.
  4. Penggunaan Indikator Pembangunan Inklusif (IPID)
    Tidak cukup hanya berpatokan pada PDRB. Pemerintah perlu mengembangkan dan menggunakan indikator pembangunan yang mengukur distribusi manfaat dan keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan.
  5. Perluasan Partisipasi dan Pengawasan oleh Masyarakat Lokal
    Libatkan warga dalam proses perencanaan dan evaluasi dampak investasi, khususnya di wilayah tambang dan kawasan industri.

Menolak Kutukan Sumber Daya

Apa yang terjadi di Sulawesi Tenggara mencerminkan gejala klasik yang dikenal sebagai resource curse atau kutukan sumber daya. Ketika kekayaan alam melimpah, tetapi tata kelola yang lemah dan arah kebijakan yang bias, maka kesejahteraan hanya dinikmati oleh segelintir pihak.
Transformasi struktural di Sulawesi Tenggara tidak bisa ditunda. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi benar-benar berpihak pada masyarakat kecil—petani, nelayan, pekerja informal, dan perempuan di pedesaan. Mereka adalah fondasi sesungguhnya dari perekonomian lokal yang berkelanjutan.

Penutup: Pertumbuhan Tidak Cukup, Pemerataan adalah Keharusan

Paradoks antara meningkatnya investasi dan stagnannya kemiskinan di Sulawesi Tenggara bukan sekadar ironi statistik, tetapi alarm keras bagi arah pembangunan daerah. Kita tidak bisa terus-menerus membanggakan pertumbuhan PDRB jika sebagian besar masyarakat tetap hidup dalam kemiskinan struktural.
Sudah saatnya investasi dibaca bukan hanya dari nilai triliunan rupiah yang masuk, tetapi dari seberapa besar ia mampu mengubah nasib warga paling rentan. Karena dalam demokrasi ekonomi yang sehat, pertumbuhan hanya bermakna jika ia memerdekakan semua orang dari kemiskinan—bukan memperdalam ketimpangan.

Tags: Sulawesi Tenggara
Previous Post

HGU Kopoerson Kadarluarsa, Eksekusi Lahan Tapak Kuda Tak Punya Legal Standing

Next Post

Peringati Milad ke-113 Muhammadiyah Sultra Gelar Penanaman Pohon Endemik Serentak

Redaksi

Redaksi

Berita Terkait

01 Gubernur, 02 Wagub, 01,5 Siapa?

Pak Kajati? Dari 9 Tersangka Yang Bapak Tahan Itu, Ada Satu Orang Yang Berjasa di Sultra

September 28, 2025
Mengulang Kekalahan Menteri di Pilrek UHO

Bandingkan Pendapatan PT TMS Rp 9,2 Triliun dan, Pendapatan Daerah Sultra Rp 5 Triliun

September 17, 2025
Next Post
Peringati Milad ke-113 Muhammadiyah Sultra Gelar Penanaman Pohon Endemik Serentak

Peringati Milad ke-113 Muhammadiyah Sultra Gelar Penanaman Pohon Endemik Serentak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Paradoks Investasi Dan Kemiskinan di Sulawesi Tenggara: Ketika Pertumbuhan Tak Menetes Ke Bawah

Paradoks Investasi Dan Kemiskinan di Sulawesi Tenggara: Ketika Pertumbuhan Tak Menetes Ke Bawah

November 27, 2025
Peringati Milad ke-113 Muhammadiyah Sultra Gelar Penanaman Pohon Endemik Serentak

Peringati Milad ke-113 Muhammadiyah Sultra Gelar Penanaman Pohon Endemik Serentak

November 29, 2025
Faisal Assegaf : Bukan Reshuffle Tapi Pengusiran Geng Solo dari Kekuasaan Inti Negara

Faisal Assegaf : Bukan Reshuffle Tapi Pengusiran Geng Solo dari Kekuasaan Inti Negara

September 9, 2025
Tak Ada Nama Ahmad Safei, 11 Calon Ketua PDIP Sultra Jalani Psikotest

Tak Ada Nama Ahmad Safei, 11 Calon Ketua PDIP Sultra Jalani Psikotest

September 11, 2025
Ketua Peradi Sultra: Sedikitnya, Dua UU Yang Dilanggar. Tak Cukup Jika PT TMS Hanya Dikenakan Denda

Ketua Peradi Sultra: Sedikitnya, Dua UU Yang Dilanggar. Tak Cukup Jika PT TMS Hanya Dikenakan Denda

September 18, 2025
Atasi Sengketa Lahan Tapak Kuda, DPRD Kota Kendari Sayangkan Sikap Pihak Pengadilan

Atasi Sengketa Lahan Tapak Kuda, DPRD Kota Kendari Sayangkan Sikap Pihak Pengadilan

Oktober 10, 2025
Pemprov Sultra Siapkan 1,3 Juta Ton Beras SPHP untuk GPM

Pemprov Sultra Siapkan 1,3 Juta Ton Beras SPHP untuk GPM

September 7, 2025
Peringati Milad ke-113 Muhammadiyah Sultra Gelar Penanaman Pohon Endemik Serentak

Peringati Milad ke-113 Muhammadiyah Sultra Gelar Penanaman Pohon Endemik Serentak

November 29, 2025
Paradoks Investasi Dan Kemiskinan di Sulawesi Tenggara: Ketika Pertumbuhan Tak Menetes Ke Bawah

Paradoks Investasi Dan Kemiskinan di Sulawesi Tenggara: Ketika Pertumbuhan Tak Menetes Ke Bawah

November 27, 2025
HGU Kopoerson Kadarluarsa, Eksekusi Lahan Tapak Kuda Tak Punya Legal Standing

HGU Kopoerson Kadarluarsa, Eksekusi Lahan Tapak Kuda Tak Punya Legal Standing

Oktober 11, 2025
Atasi Sengketa Lahan Tapak Kuda, DPRD Kota Kendari Sayangkan Sikap Pihak Pengadilan

Atasi Sengketa Lahan Tapak Kuda, DPRD Kota Kendari Sayangkan Sikap Pihak Pengadilan

Oktober 10, 2025
Jaksa Geledah Dinas Perumahan Kota Kendari

Jaksa Geledah Dinas Perumahan Kota Kendari

Oktober 8, 2025
Paham Soal Hukum, Eks Pejabat Polda Legowo Lahannya di Area Tapak Kuda Dieksekusi  

Paham Soal Hukum, Eks Pejabat Polda Legowo Lahannya di Area Tapak Kuda Dieksekusi  

Oktober 7, 2025
01 Gubernur, 02 Wagub, 01,5 Siapa?

Pak Kajati? Dari 9 Tersangka Yang Bapak Tahan Itu, Ada Satu Orang Yang Berjasa di Sultra

September 28, 2025
Berita Utama Sultra

Penerbit PT Anoa Gema Nusantara
Pondok Pinang, Blok F9 Punggolaka, Kendari
Sulawesi Tenggara INDONESIA
Email: beritautamasultra@gmail.com

Follow Us

About

  • Tentang Kami
  • Manajemen dan Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

Peringati Milad ke-113 Muhammadiyah Sultra Gelar Penanaman Pohon Endemik Serentak

Peringati Milad ke-113 Muhammadiyah Sultra Gelar Penanaman Pohon Endemik Serentak

November 29, 2025
Paradoks Investasi Dan Kemiskinan di Sulawesi Tenggara: Ketika Pertumbuhan Tak Menetes Ke Bawah

Paradoks Investasi Dan Kemiskinan di Sulawesi Tenggara: Ketika Pertumbuhan Tak Menetes Ke Bawah

November 27, 2025
  • Tentang Kami
  • Manajemen dan Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Copyright © 2025 PT Anoa Gema Nusantara All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Kendari
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Opini
  • Ragam

Copyright © 2025 PT Anoa Gema Nusantara All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In