Kendari, Berita Utama – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik (DPR RI), La Ode Umar Bonte, SH mengecam keras ulah PT TMS yang diduga telah merugikan negara sebesar Rp 9,2 Triliun.
“Ternyata Sultra ini kaya raya, tapi kekayaan alamnya dicuri, dirampok oleh manusia-manusia yang tidak bertanggungjawab, oleh manusia-manusia yang bermental pencuri, manusia-manusia bermental penjajah. Sangat buruk. Sangat menjijikkan. Saya berharap kepada Bapak Presiden Bahwa PT TMS ini telah diduga melakukan penambangan di kawasan hutan. Dan hari ini, oleh Tim Negara dari PKH telah melakukan penyegelan terhadap Kawasan Perusahaan tersebut. Saya sebagai anggota DPD RI meminta Bapak Presiden bahwa kerugian negara telah ditaksir Rp 9,2 Triliun, saya mohon betul, penegakan hukum harus ditegakkan meskipun langit harus runtuh,” kata Umar Bonte.
Di mata La Ode Umar Bonte, Sultra ini kaya akan potensi sumber daya alamnya. Hanya karena salah pengelolaan akhirnya Masyarakat tetap berada pada strata kemiskinan. “Daerahnya kaya, tapi kok kami tetap miskin. Kenapa ya? Ternyata, hartanya, kekayaan alamnya, potensi sumber daya alamnya dicuri, dirampok oleh manusia-manusia yang tidak punya hati nurani,” tuturnya.
Oleh karena lokasi Perusahaan PT TMS telah disegel, La Ode Umar Bonte berharap akan berujung pada penegakan hukum. “Jika saja penyegelan ini tidak berlanjut pada proses hukum, maka itu adalah tindakan abal-abal yang menipu rakyat, menipu masyarakat Sulawesi Tenggara. Karena itu, harus ada supremasi hukum dalam penyegelan ini,” pungkasnya.(ong)











