Kendari, Berita Utama — Kepala Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puwatu, Kota Kendari, Edi Tawakkal Konggoasa SM, membuat gerakan yang tak lazim dilakukan oleh lurah-lurah lainnya. Melihat kondisi wilayah dan rakyatnya, dimana Kawasan pertanian dan Perkebunan masih tersedias luas, dan wilayah yang acap kali menjadi langganan banjir, ia memutuskan untuk melobi kantor-kantor Balai ke-PU-an dan kantor balai di bidang kehutanan dan Perkebunan. “Saya sudah bersurat kepada Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Konaweha. Ternyata, di Balai DAS Konaweha ini tersedia banyak bibit Perkebunan. “Saya sudah minta Ketua-ketua Poktan dan Gapoktan untuk membuat surat permohonan,” kata Edi Konggoasa, Ketika ditemui di kantornya, kemarin.
Sesuai hasil komunikasi dia dengan beberapa anggota kelompok tani, beberapa jenis tanaman Perkebunan yang akan dikembangkan di Kelurahan Lalodati. “Mudah-mudahan pihak Balai DAS Konaweha merespon permintaan petani di Lalodati. Tanaman yang diinginkan seperti durian, alpukat, Nangka dan rambutan. Setelah saya lihat topografi wilayah Lalodati ini, sepertinya berpotensi untuk kita jadikan destinasi agro wisata,” kata Edi Konggoasa lagi.

Selain Balai DAS Konaweha, Lurah Lalodati ini juga berencana mencari informasi di balai-balai ke-PU-an mengingat di Kelurahan Lalodati ada satu titik Lokasi yang menjadi langganan banjir. Oleh karena seriusnya persoalan ini, Edi Konggoasa mengaku akan menghadap Walikota Kendari, Siska Karina Imran sebelum melobi Kepala Balai ke-PU-an yang ada di Kota Kendari. “Mereka berkantor di Kota Kendari, tapi programnya kebanyakan kita dengar tersebar di kabupaten-kabupaten. Lalodati ini sangat membutuhkan perhatian pihak Kantor Balai PU,” tegas Edi Konggoasa.(ong)












